Apa Itu Multitasking?dan Apa Efek dari Multitasking?

Multitasking adalah sebuah metode yang biasanya digunakan oleh gadget (PC, laptop, tablet smartphone dan lainnya) untuk menjalankan “tugas ganda”. Bagaimana maksudnya? Misalnya pada sebuah komputer, kita melakukan sebuah “tugas” dengan membuka aplikasi “A”, lalu di saat yang sama kita juga ingin menjalankan tugas lain yang harus dilakukan dengan aplikasi “B” namun kamu tidak ingin menutup aplikasi “A”. Jadi istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah gadget melakukan dua hal (atau lebih) secara bersamaan dan dalam satu waktu. Masih belum mengerti? Oke, kita mulai membuat sebuah perumpamaan.

Kita (manusia) di analogikan sebagai laptop. Lalu kita ingin menulis menggunakan tangan kanan, di saat yang bersamaan kita juga ingin menggambar dengan tangan kiri. Nah dengan demikian kita melakukan dua (lebih dari satu) tugas secara bersamaan, seperti itulah kira-kira gambaran multitasking.

Pada laptop atau PC, biasanya kita dapat melakukan “real multitasking” yang artinya kita dapat benar-benar bisa membuka dua tugas atau lebih secara bersamaan yang munculnya dalam satu layar (tanpa me-minimize aplikasi). Sedangkan pada smartphone yang sebagian besar beredar di pasaran, multitasking juga bisa dilakukan namun dengan syarat aplikasi lainnya harus di minimize (disembunyikan dari tampilan layar), sehingga yang muncul pada layar hanya satu aplikasi saja. Tidak heran, karena mengingat layar pada smartphone tidak cukup besar dan nyaman untuk memunculkan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar.

Meski demikian kita akan menemui beberapa smartphone kelas atas sudah bisa melakukan real multitasking yang mirip seperti yang bisa dilakukan oleh PC atau laptop. Namun tetap saja, pada smartphone, tidak disarankan untuk melakukan multitasking jika tidak benar-benar dibutuhkan, apalagi bagi perangkat yang memiliki kapasitas RAM yang kecil karena hal itu dapat berdampak negatif pada smartphone itu sendiri.

Jika Multitasking dilakukan secara terus meneruk maka akan memilii dampak,misalnya pada handphone,jika kita membuka beragam aplikasi,tanpa memperhatikan kapasitas handphone tersebut maka memiliki dampak pda handhpone.

Multitasking memiliki efek yang berbahaya yaitu diantaranya adalah:

1.Memperlambat Kerja

Multitasking membuat kerjaan terhambat? Contohnya ketika seorang sedang mengerjakan sebuah tugas dalam komputer dan ia juga memegang handphone untuk menjawab chattingan orang, dan juga sedang makan pada saat melakukan pekerjaan tersebut, maka pekerjaan yang ia lakukan di komputer akan lama selesai. Bagaimana? Apakah multitasking membantu?

2.Pemahaman Menurun

Berganti-ganti fokus antara beberapa pekerjaan akan membuat informasi yang diterima oleh otak sedikit. Hal ini mengakibatkan rusaknya sistem daya ingat jangka panjang kita. Mengapa? Penelitian menjelaskan bahwa ketika kita fokus pada satu kegiatan dalam satu waktu, otak menerima informasi dan menyimpannya di hippocampus (bagian kecil pada otak). Ketika Anda mengalihkan perhatian dari satu perangkat ke perangkat lainnya, informasi tidak dapat diproses dengan cepat.

3.Mengganggu Emosi dan Mengakibatkan Stres

Multitasking juga mempengaruhi emosi serta mengakibatkan stress. Bagaimana tidak, ketika kita melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan, pasti kita memerlukan fokus ekstra pada pekerjaan tersebut, namun point diatas sudah dijelaskan, ketika kita melakukan multitasking maka pekerjaan akan sedikit terhambat dan tidak maksimal, hal ini dapat mempengaruhi emosi kita ketika mengerjakan pekerjaan itu. Ketika pekerjaan tidak selesai dan tidak maksimal, hal tersebut dapat membuat kita stress dan membuat mood atau emosi kita naik turun. Jika multitasking ini terus dilakukan dalam kondisi stres, maka lama kelamaan sel otak pun menjadi rusak.

Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *