Inilah 7 Perbedaan Adobe Photoshop dengan Adobe Illustrator

Seorang Desainer grafis tentunya sangat wajib untuk menguasai dua software yang di produksi oleh Adobe,dua software tersebut yaitu software Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop tujuanya adalah untuk memproduksi graphic digital.Menguasai salah satu saja sebenarnya kurang cukup karena walaupun sering dianggap sama, keduanya memiliki fungsi spesifik yang berbeda. Jenis grafik atau gambar yang dihasilkan pun tidak sama. Berikut perbedaan dari Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop yang perlu Anda ketahui.
Adobe Illustrator muncul tiga tahun lebih dulu sebelum Adobe Photoshop dibuat di tahun 1990. Seperti yang kita ketahui secara umum, perusahaan Adobe mengeluarkan lebih dari satu software desain yaitu ADOBE PHOTOSHOP dan ADOBE ILLUSTRATOR. Namun dengan tujuan apa sebuah perusahaan mengeluarkan sebuah software yang memiliki fungsi yang sama(desain) ? tentu saja adobe meluncurkan kedua software tersebut dengan kinerja yang berbeda.
Photoshop digunakan untuk membuat gambar yang berbasis piksel, sedangkan untuk gambar yang berbasis vektor, Illustrator lebih sesuai. Jika dilihat dari kualitas gambar, gambar yang berbasis vektor cenderung lebih baik. Karena berbasis vektor, Kamu dapat memanipulasi ukuran gambar tanpa mengurangi kualitas gambar itu sendiri. Jika Kamu  memperbesarnya pun tidak akan pecah-pecah. Bahkan Illustrator memiliki kemampuan zoom hingga sembilan kali tanpa membuat gambar buram. Oleh sebab itu, biasanya, software ini digunakan oleh desainer logo karena mendesain logo diperlukan ketepatan dan detil yang benar-benar teliti. Selain logo,Kamu juga bisa menggunakan Illustrator untuk membuat Web desain.

Berikut Ini 7 perbedaan  ADOBE PHOTOSHOP dan ADOBE ILLUSTRATOR:

1.Pengguna Software

Pengguna Illustrator pada umumnya merupakan seorang designer dalam artian adalah pengguna illustrator kebanyakan adalah pembuat logo, vektor, dan desain UX/UI. Sedangkan pengguna Photoshop adalah orang-orang yang mengedit sebuah foto dengan menambahkan efek-efek tertentu seperti manipulasi,pengiklanan atau digital imagine.

2.Basis Software

Photoshop digunakan untuk membuat gambar yang berbasis piksel, sedangkan untuk gambar yang berbasis vektor, Illustrator lebih sesuai. Jika dilihat dari kualitas gambar, gambar yang berbasis vektor cenderung lebih baik. Karena berbasis vektor, Anda dapat memanipulasi ukuran gambar tanpa mengurangi kualitas gambar itu sendiri. Seandainya Anda memperbesarnya pun tidak akan pecah-pecah. Bahkan Illustrator memiliki kemampuan zoom hingga sembilan kali tanpa membuat gambar buram. Oleh sebab itu, biasanya, software ini digunakan oleh desainer logo karena mendesain logo diperlukan ketepatan dan detil yang benar-benar teliti.

3.Artboard

Pada Illustrator Kamu dapat menggunakan banyak canvas untuk proct yang kamu kerjakan,misalnya kamu ingin membuat guidline,prototype,web design dll.Artboard ini sangat membantu sekali bagi kamu seorang desainer UX. Tetapi pada photoshop, Kamu hanya bisa menggunakan satu canvas saja untuk project .

3.Selection

Seleksi pada Illustrator memungkinkan kita dapat langsung memodifikasi objek sedemikian rupa mulai dari resize objek, transformasi, hingga dapat mengubah bentuk objek. Namun pada Photoshop hanya menyeleksi area kerja yang artinya kita hanya dapat memberi warna dan menggeser objek yang berada diarea seleksi.

4.Clipping Mask

Posisi clipping mask pada Adobe Illustrator berada diatas objek, sedangkan pada Adobe Photoshop clipping mask berada dibawah objek.

5.Layer

Illustrator dapat menyimpan banyak objek dalam satu layer. Namun Photoshop hanya dapat menyimpan satu objek saja dalam satu layer.

7.Zoom

Pada saat Kamu menggunakan tools zoom in pada illustrator dengan value900%, Masihmasih akan mendapatkan gambar yang tajam dan bersih. Namun berbeda dengan photoshop, jika anda melakukan zoom in dengan value 300% saja anda akan melihat sebuah objek dengan kotak-kotak kecil dan kotak-kotak kecil inilah yang disebut dengan pixel. Penjelasan diatas juga menjelaskan perbedaan antara basis vektor dan pixel.

Meskipun keduanya ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda, tapi tak ada salahnya jika Kamu menguasai kedua software tersebut untuk menjadi seorang desainer profesional. Dengan pengetahuan tersebut, Kamu bisa berkreasi menggunakan keduanya untuk menghasilkan desain yang sesuai dengan permintaan klien.

Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *