Jenis-Jenis Branding,dan Bagaimana Cara Membangun Branding

Dalam artikel sebelumnya kita sudah bahas apa itu branding,dan sekarang kita bakal bahas tentang jenis-jenis branding,dan bagaimanacara membangun sebuah personal branding terutama untuk bisnis kecil.

Tapi sebelum itu kita pahami dulu sedikit tentang asal-usul branding biar kamu tidak bosan dan jadi tau sejarah dari branding.

Kata “brand (merek)” berasal dari sebuah akar proto-Germanik yang berarti “terbakar dengan besi panas.” Kata itu pertama kali masuk dalam kosa kata bahasa Inggris di tahun 1400-an sebagai tanda pengenal yang dibakar untuk penjahat. Penggunaan kata utamanya dikembangkan pada tahun 1580-an ketika koboi mulai membakar simbol identifikasi pada ternak mereka. Baru pada abad ke 19, kata tersebut mulai diterapkan pada barang bermerek yang mendapat tanda dari pembuatnya. Istilah “brand name (nama merek)” berusia kurang dari 100 tahun, telah diciptakan pada tahun 1922.

Bicara tentang merek kita akan mengarah pada identitas atau sebuah logo.Dikarena sebuah logo merupakan sebuah pondasi bagi keberlansungan suatu usaha terutama bagi kamu yang baru mendirikan suatu usaha.

Sebelum kita masuk ke cara membangun sebuah branding ada baiknya kita pahami dulu apa saja jenis-jenis dari branding:

1.Product Branding

Branding produk adalah hal yang paling umum dalam branding. Merek atau produk yang sukses ialah produk yang dapat mendorong konsumen untuk memilih produk miliknya diantara produk-produk pesaing lainnya.

2.Personal Branding

Personal branding adalat alat pemasaran yang paling populer di kalangan publik figur seperti politisi, musisi, selebriti dan lain sebagainya, sehingga mereka memiliki pandangan tersendiri di mata masyarakat.

3.Corporate Branding

Corporate branding ini sangat penting untuk mengembangkan reputasi suatu perusahaan di pasar, mencakup semua aspek perusahaan mulai dari produk/jasa yang ditawarkan hingga kontribusi karyawan terhadap masyarakat.

4.Geographic Branding

Geographic branding atau regional branding memiliki tujuan untuk memunculkan gambaran dari produk/jasa saat nama lokasi tersebut disebutkan oleh orang lain.

5.Cultural Branding

Cultural branding mengembangkan reputasi tentang lingkungan dan orang dari lokasi tertentu atau kebangsaan.

Beberapa rujukan tentang branding seperti yang dilansir dari wikipedia mengarah pada beberapa jenis branding dengan berbagai macam objek maupun subjek yang dapat mengikutinya seperti di bawah ini :

6.Wood Branding

Wood Branding (pencetakan merek kayu) adalah cara mudah dan ekonomis untuk menandai sesuatu yang terbuat dari kayu, kulit, plastik, karet, gabus, makanan, sabun, lilin, dan lain sebagainya secara permanen. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat yang dipanaskan menggunakan listrik ataupun manual, lalu ditekankan ke benda agar meninggalkan bekas seperti bentuk alat yang digunakan.

7.Human Branding

Human Branding (Pencitraan atau stigmatisasi manusia) adalah proses menandai kulit orang yang masih hidup dengan melukai kulit tersebut agar menjadi bekas luka permanen, biasanya berupa simbol atau pola hias lain (tatto).

Setelah kamu ketahui jenis-jenis branding tersebut lansung saja berikut cara membangun sebuah branding:

1.Mentukan Target Brand Kamu

Dasar pertama untuk membangun brand adalah untuk menentukan target audines untuk kamu bisa berfokus pada siapa brand yang kamu bangun ditujukan?

Kita tidak bisa menjadi segalanya untuk semua orang, bukan?

Ketika membangun brand, perlu diingat apa sebenarnya bisnis yang kamu miliki, dan apa yang kamu coba untuk mencapai. Kamu dapat menyesuaikan misi dan pesan untuk memenuhi kebutuhan brand.

Jadi Spesifik. Cari tahu secara rinci perilaku dan gaya hidup target audiens kamu.

Mantapkan gambaran siapa konsumen kamu, kemudian ciptakan identitas brand yang dapat mereka pahami dan dapat mereka memiliki hubungan dengan

2.Tentukan Misi Brand Kamu

Sebelum kamu dapat membangun brand yang bisa dipercaya audiens kamu,kamu perlu tahu apa nilai utama dari bisnis yang kamu jalankan.

Misi pada dasarnya mengidentifikasikan tujuan kenapa satu bisnis ada.Misi dapat menginformasikan banyak hal tentang apa sebenarnya bisnis yang kamu miliki.

Apa misi kamu?Buatlah satu ekspresi yang jelas tentang apa yang perusahaan kamu lakukan dan kenapa perusahaan tersebut kamu bangun.

3.Teliti Brand Lain Dalam Industri Kamu

Kamu tidak harus meniru persis apa yang brand besar lakukan di industry kamu,kamu cukup menjadikannya benchmark.

Tapi,kamu harus menyadari apa yang telah mereka lakukan dengan baik atau dimana mereka gagal.

Tujuanya adalah untuk membedakan bisnis yang kamu miliki dengan kompetisi lain.Meyakinkan pelanggan untuk memilih kamu dan bukan mereka (pesaing).

Beberapa  hal  yang  harus diperhatikan tentang brand  lain:

  • Apakah mereka konsisten dengan pesan mereka dan identitas mereka disemua saluran?
  • Bagaimana kualitas produk mereka ?
  • Apakah mereka memiliki ulasan  dari  pelanggan yang dapat dibaca?
  • Apakah mereka memiliki ulasan ulasan dari pelanggan yang dapat dibaca?

4.Pahami Keunikan Brand Yang Kamu Miliki

Akan selalu ada brand dengan anggaran yang jauh lebih besar dan memiliki lebih banyak  sumber daya untuk di industry yang kamu layani.

Kamu perlu tahu apa manfaat spesial dari produk  atau jasa yang disediakan oleh bisnismu,yang hanya dimiliki oleh bisnismu tersebut secara unik.

Kamu harus menggali dalam-dalam dan mencari tahu apa yang kamu tawarkan,dan apakah ada pesaing lain yang menawarkan hal serupa.

5.Logo dan Slogan

Ini sangat penting sekali,seperti yang kita bahas di atas,logo merupakan suatu pilar utama atau pondasi bagi keberlansungan bisnis kamu dan penciptaan slogan sebagai pendukungnya.

Logo akan muncul pada segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis kamu.Ini akan menjadi  kartu nama,brosur,kop surat dan asset bisnis lain nya.Kamu juga harus garis bawahi ini”dari sebuah logo bisa menciptakan kreasi untuk desain website dan engagement seluruh sosial media”.

Jadi kamu harus berani menginvestasikan waktu dan uangmu untuk menciptakan logo yang menarik dan  kreatif tujuanya adalah agar suatu brand mudah dikenali,sehingga identitas dari brand kamu menjadi kuat.

Kamu harus bersedia untuk membayar jasa desainer yang professional untuk mengembangkan sebuah brandmu,karena itu akan menjadi keuntungan untuk jangka panjang dan akan menjadi asset digital untuk bisnismu.

6.Bentuk Persepsi Untuk Brand dan Bsinismu

Persepsi ini dapat digunakan untuk cara kamu berkomunikasi dengan pelanggan maupun calon pelanggan kamu,dan bagaimana cara mereka untuk menanggapinya.

Contoh persepsi disuatu bisnis berupa:

  • Profesional
  • Ramah
  • Informatif
  • High Class
  • Aman
  • Tahan Lama

Sehingga citra yang ditonjolkan oleh brandmu sangat baik dan memiliki value.

Persepsi yang dapat kamu kamu bangun tergantung pada misi perusahaan kamu,target audiens,dan juga industri.

7.Menciptakan Pesan Untuk Bisnis Kamu

Ketika membangun brand,kamu disuatu saat akan perlu menjelaskan ke pelanggan siapa sebenarnya kamu secara ringkas.

Gunakan persepsi yang telah kamu pilih untuk bisnis yang kamu miliki sebagai  pedoman dalam membuat pesan ini.

Pesan kamu harus ringkas terkait erat dengan bisnis kamu,dan pesan tersebut dapat diterima baik oleh konsumen maupun calon konsumen kamu.

Pesan-pesan ini harus dapat lebih menjelaskan kamu setelah orang melihat logo dan slogan yang telah kamu buat.Semuanya agar orang-orang dapat menentukan aspek-aspek kunci dari siapa kam,apa yang kamu tawarkan,dan mengapa orang-orang harus peduli.

Sebuah pesan yang diberikan oleh brand adalah kesempatan untuk berkomunikasi sebagai manusia,membuat hubungan emosional lansung dengan konsumen kamu.

Pesan tersebut harus sampai dan bisa dipahami serta dapat segera mencolok secara emosional.Membuatnya sederhana dan jelas .

Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *